SELAMAT DATANG DI BLOG KHUTBAH JUM'AT

Kamis, 13 Januari 2011

MENGENAL PINTU MASUK SYIRIK

Ringkasan
MENGENAL PINTU MASUK SYIRIK
KHUTBAH JUM’AT  Masjid As-Salam
4 JUNI 2010 / 24 pon/JUMADIL AKHIR 1431 H
 

Khutbah Pertama

Bismilahirrahmanirrahim.

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ
(QS 9: 33)
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.
يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. أَمَّابَعْدُ؛
فَإِنْ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَّرَ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.
Ma'asyirol Muslimin rahimakumullah ...
Segala puji bagi Allah, Tuhan sesembahan sekalian alam, yang telah mencurahkan berbagai kenikmatan yang tak terhingga dan tak pernah putus sepanjang zaman kepada makhluknya, baik yang berupa kehidupan,  kesehatan , keamanan dan kesempatan maupun keimanan  sehingga pada kali ini kita dapat berkumpul di tempat yang mulia dalam rangka menunaikan kewajiban shalat Jum’at.
Semoga shalawat dan salam selalu tercurah kepada pemimpin dan uswah kita Nabi Muhammad SAW dan kepada keluarganya , sahabatnya  dan ummatnya sampai hari kiamat. Inya Allah.
Pada kesempatan kali ini tak lupa saya wasiatkan kepada diri saya pribadi dan kepada jama’ah semuanya, agar kita selalu menjaga dan meningkatkan ketaqwaan kita hanya kepada Allah SWT,  karena taqwa adalah sebaik-baik bekal dimanapun kita berada baik di dunia maupun di akherat.
Maka sudah sewajarnyalah bila kita harus selalu menjaga ketaqwaan kita terutama dari perbuatan2 yg dapat merusak  tauhid kita yaitu perbuatan2 syirik. Baik syirik besar maupun syirik kecil. Kenapa ? Karena kita tahu perbuatan syirik ini adalah perbuatan yg sangat dibenci Allah  dan merupakan dosa besar yg tak terampuni bila kita tidak sempat bertobat selama masih hidup. Perbuatan syirik ini pulalah yg dapat menyebabkan kita bangkrut dari amal dan akan menjadi penghalang untuk masuk surga dan berjumpa dengan Allah SWT.
 Allah berfirman : 
  إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ 
يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.”(QS. An-Nisaa’/4 : 48)


 فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلا صَالِحًا وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

"Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya".(Al-Kahfi:110)

Ma'asyirol Muslimin rahimakumullah ...
Untuk dapat menghindari dari perbuatan syirik ini ada baiknya kita mengenal Sebab-sebab yg mendorong kita berbuat syirik, antara lain :
1.     Minimnya pengetahuan Tauhid (Rububiyah, uluhiyah dan asma wasifat) ==>Karena tdk tahu akhirnya tindakannya hanya mengikuti orang lain/budaya nenek moyang tanpa penyaringan tauhid.
2.     Tidak berusaha memahami dan menjalani tauhid dengan sunguh-sungguh ==>Sudah tahu tapi kurang yaqin dan malas mengetrapkannya apalagi disekitarnya masih belum ada yg menjalankan tauhid dengan benar.
   3.     Tidak mengenal Allah dengan benar. ==>Bagaimana kekuasaan dan kehendak-NYA,   Rahmat dan azab-Nya, Asma wa`sifat-Nya.==> Sehingga Kehadiran Alloh hanya di apresiasikan di rumah2 ibadah.
4.     Terjebak pada ajaran / pendidikan Islam yg tercampur dengan yg bathil/musyrik. Bahkan ada pesantren yg mengajarkan Alqur’an sebagai jimat/isim/raja/mantra2. (Kel. Islam eksklusif/sempalan)
5.     Terjebak/terperangkap pada adat/budaya masyarakat musyirikin (Kepercayaan adanya burung pertanda bencana atau percaya adanya binatang/manusia pembawa sial=è perlu ruwat
Kalo kita ingin menjadi manusia yg mulia, jadilah orang taqwa  dan kalo ingin menjadi orang Taqwa maka ikutilah Alqur’an, sebagai hudalinnas dan hudalilmutaqin.
Apakah kita lebih takut kepada ketua2 adat/tokoh2 masyarakat daripada kepada Allah SWT yg notabene mereka adalah mahluk Allah, mati dan hidupnya ditangan Allah.
Apakah kita lebih patuh kpd hukum jahiliah/hukum manusia daripada hukum Allah SWT.
6.     Terlalu Ambisius dalam meraih kesuksesan
==> sehingga cendrung menghalalkan berbagai cara, termasuk ke Dukun dan paranormal.
7.     Keinginan serba instan / jalan pintas  ==> Karena tidak sabar dan tahan uji maka mudah terjerumus dalam dunia perdukunan.
Di jaman modern ini , manusia sudah mulai dilanda dengan pola hidup serba instan, tidak hanya makanan tapi juga dalam mencapai cita2/harapan dan keinginan2 duniawi : ingin cepat kaya/untung besar/sukses dan cepat njabat.
لَتَرْكَبُنَّ طَبَقًا عَنْ طَبَقٍ
sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan). (QS.Al-Inssyiqaq /84:19)
8.   Ketika ujian datang/salah menyikapi ujian/cobaan==> malah memohon ke selain Alloh SWT
  Contoh :   Sakit tak sembuh2, Kehilangan harta/barang, Enggak punya anak, belum dapet jodoh.
9.    Ketika mendapat kebaikan , salah menyikapi rezeki  ==> malah bersyukur ke selain Alloh SWT   
        Contoh :   Setelah Panen besar, naik pangkat, Untung besar maka diadakan ritual sedekah bumi sebagai rasa syukur.
     10. Pengaruh film/komik/bacaan berbau musyrik contoh Film tentang dewa2, perjimatan dan perdukunan.
·        Setiap bayi  terlahir dalam keadaan fitrah/suci maka orang tua yg membiarkan anak2nya menonton film yg merusak Aqidah maka orang tua menjadi penyebab berubahnya keyaqinan anak.
11. Mengunjungi tempat2 wisata/makam yg berbau ritual Syirik /Tempat2 persembahan yg dianggap membawa barokah. 
     Sering para pengunjung tdk menyadari kalou sudah digiring ke arah kemusyirikan. Karena biasanya tempat2 wisata sdh terkondsi dan beraura magis utk menggiring pengunjungnya meyaqini dan mejalankan ritual musyrik.
12. Menerima warisan ilmu hitam atau benda pusaka dari orangtua/kakek maka Kalo diteruskan sama saja melestarikan keinginan iblis/.syetan.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ
وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.


Khutbah kedua:
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ. أَمَّا بَعْدُ؛
َا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah ...
          Kembali pada khutbah yang kedua ini, saya mengajak diri saya dan jama’ah untuk senantiasa meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah dengan sesungguhnya. Pertahankanlah takwa kita sampai titik darah penghabisan alias mati, Janganlah kita mati dalam keadaan kafir atau musyrik.  Jagalah agar kita mati dalam keadaan Islam, dalam keadaan Takwa hanya kepada Allah SWT.         Oleh karena itu tinggalkanlah kepercayaan2 atau kebiasaan2/tradisi2/budaya2 yang berbau syirik. Hatihatilah terhadap “pintu2 penyebab Perbuatan Musyrik sebagaimana yg dipaparkan dalam kutbah pertama tadi…. Jagalah tauhid kita dan cegah diri kita untk tidak ikut-ikutan mengikuti ritual-ritual peningggalan nenek moyang yag tdk ada tuntunannya dan cendrung berbau syirik. Sayangilah amal-amal kita yang sudah susah payah kita kumpulkan , jauhilah perbuatan syirik.

, قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ , وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia".

وَعَلَى اللَّهِ فَتَوَكَّلُوا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
“Hendaklah kamu bertawakkal kepada Allah saja, jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (Al-Maidah: 23).
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا.
(Tambah do'a witir/Doa kekuatan iman)
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. وَأَقِمِ الصَّلاَةَ

Kamis, 06 Januari 2011

MENJADI MANUSIA YANG TIDAK RUGI

MENJADI MANUSIA YANG TIDAK RUGI

KHUTBAH JUM’AT  Masjid As-Salam
10 APRIL 2009/14 pon Jumadil Ula 1430 H
 

Bismilahirrahmanirrahim.


Qalallahu ta’ala, Audzu billah......, 
مَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الآخِرَةِ نَزِدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ وَمَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَا لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنْ نَصِيبٍ

”Barangsiapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barangsiapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat”
(QS. 42 /As-Syuura: 20).

Hadirin , Sidang Jum’at Yang dimuliakan Allah SWT !
Segala puja dan puji kita panjatkan kepada Allah SWT, yang  sampai saat ini  telah mermberikan kesempatan hidup kepada kita, maka bertaqwalah kepada-Nya  dengan sebenar-benar tqwa.

Hadirin , Sidang Jum’at  rahimahkumullah !!
Kita sebagai mahluk ciptaan Allah yang bernama manusia sekarang kita berada hidup di dunia. Apakah selamanya kita akan ada disini? di dunia ini ?, jawabnya tidak dan mustahil adanya. Kita tahu sudah banyak silih berganti manusia lahir dan datang ke dunia untuk kemudian mati, meninggalkan dunia ini. Semua manusia akan mengalaminya. Yang datang di dunia ini suatu saat akan dipanggil oleh  Allah SWT, sebagaimana Firman Allah SWT  berikut:
يَا أَيُّهَا الإنْسَانُ إِنَّكَ كَادِحٌ إِلَى رَبِّكَ كَدْحًا فَمُلاقِيهِ
Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya. (QS. Insyiqaaq/84 : 6)
إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُمْ مَيِّتُونَ
“Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula)”.(QS. Az-Zumar / 39 : 30)
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ
”Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati”.(QS. Al-Anbiyaa’ /21:35)
Seiring dengan bergeraknya waktu , segala sesuatu  yang ada didunia, satu persatu akan berubah dan pada akhirnya akan rusak/musnah/hancur/mati. Dan bila waktu sudah bergerak tak ada seorang mahlukpun yang ada dimuka dunia ini, yang dapat memutar balik waktu walaupun satu detik. Satu persatu apa yang kita miliki akan hilang dan lenyap. Tubuh kita akan berubah ; dari muda menjadi tua dan akhirnya renta, rambut kita akan berubah; dari hitam legam menjadi putih dan renta, kulit kita akan berubah; yang tadinya kencang menjadi keriput, tulang kita akan berubah; yang tadinya kokoh dan kuat menjadi rapuh dan keropos.  kekuatan pikiran kita akan berubah lama –lama menjadi lupa dan pikun, yang pada akhirnya semua akan musnah atau mati. Maka kita sebagai manusia yang terikat dengan waktu harus cerdas mensikapi kondisi seperti. Kalau kita tidak ingin menjadi manusia yang rugi, kita harus pandai memanfaatkan waktu yang ada, kita harus pandai memanfaatkan hidup di dunia ini yang Cuma sebentar. Mumpung waktu masih tersisa , kesempatan masih terbuka. Kita tidak boleh mensia-siakannya. Kita tidak boleh mati sia-sia tanpa membawa keuntungan.

Ma’asyiral- Muslimin rahimakumullah, !
Dengan penuh tanggung jawab atas ciptaan-Nya , Allah SWT sang pemilik waktu dan pemilik jiwa kita, memberikan petunjuk kepada kita agar kita menjadi manusia yang tidak merugi alias menjadi manusia yang beruntung dunia dan akherat.  Sebagai mahluk sudah sepantasnya manusia mengikuti petunjuk sang penciptanya. Karena Dialah yang lebih mengetahui segala-galanya.

Di dalam Aklqur’an diberitakan paling tidak  ada 3 hal yang harus kita lakukan agar kita menjadi manusia yang beruntung yaitu:

1.     Manusia wajib beriman yang benar

Dari hadist Riwayat Muslim , kita ketahui bahwa Iman yang benar adalah  percaya Kepada Allah SWT, Malaikat , Kitab Allah , Nabi dan Rasul, Hari kiamat dan Taqdir serta Qadar.
Kalau kita tidak mempunyai keyakinan / kepercayaan tersebut diatas maka kita tidak akan tahu harus berbuat yang terbaik, hidup adalah perbuatan, perbuatan itu bisa baik bisa buruk, tanpa keimanan maka kita tidak bisa berbuat yang terbaik. Hidup adalah pilihan , pilihan itu bisa benar dan bisa salah, tanpa keimanan kita tidak akan bisa memilih yang benar. Jadi dengan iman hidup kita akan terarah. Terarah kepada yang benar. 
 فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَإِنْ تُؤْمِنُوا وَتَتَّقُوا فَلَكُمْ أَجْرٌ عَظِيمٌ
Karena itu berimanlah kepada Allah dan rasul-rasulNya; dan jika kamu beriman dan bertakwa, maka bagimu pahala yang besar.(QS. Ali Imran /3 : 179)

Sementara manusia yang tak beriman atau kafir  atau imannya salah , hidupnya akan sia-sia .
قُلْ يَوْمَ الْفَتْحِ لا يَنْفَعُ الَّذِينَ كَفَرُوا إِيمَانُهُمْ وَلا هُمْ يُنْظَرُونَ
” Katakanlah: "Pada hari kemenangan[1196] itu tidak berguna bagi orang-orang kafir, iman mereka dan tidak pula mereka diberi tangguh."(QS. As-Sajdah 32 : 29)
الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ الأمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ
”Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.(QS. Al- An’aam /6 : 82)

Oleh karena itu, mumpung masih ada waktu, Carilah iman yang benar, perbaiki , pertajam dan perdalam terus.

2.     Manusia wajib membuktikan keimanannya dengan amal soleh yang benar.
Langkah ke dua adalah mengisi iman tersebut dengan Amal soleh. Iman saja belum cukup. (amal soleh adalah mempraktekkan apa yang kita yakini/imani)==è orang yang bertaqwa pada hakekatnya adalah orang yang beriman dan ber amal sholeh. Diantara amal sholeh adalah Ibadah Mahdhah dan Ibadah umum.  Amal-amal soleh inilah yang akan menjadi bekal kita  dan akan menemani kelak di alam kubur.
”Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik[839] dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan ”.(QS. An-Nahl / 16 : 97)
Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya(QS. Al-Baqarah / 2 : 82)

Rasul bersabda :

”Allah tidak menerima iman tanpa amal perbuatan dan tidak pula menerima amal perbuatan tanpa iman. (HR. Ath-Thabrani)

”Seorang yang kurang amalan-amalannya maka Allah akan menimpanya dengan kegelisahan dan kesedihan”. (HR. Ahmad)

”Seorang sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, yang bagaimanakah orang yang baik itu?" Nabi Saw menjawab, "Yang panjang usianya dan baik  amal perbuatannya." Dia bertanya lagi, "Dan yang bagaimana orang yang paling buruk (jahat)?" Nabi Saw menjawab, "Adalah orang yang panjang usianya dan jelek amal perbuatannya." (HR. Ath-Thabrani dan Abu Na'im)

Amal soleh yang diterima adalah amal yang didasari oleh iman yang benar. Oleh karena itu setiap amal soleh sebaiknya menggunakan tuntunan dari  Allah dan Rasul.   
Allah berfirman:
”...dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."(QS.Al-Hujurat/49  :14)

”Barangsiapa melakukan amal perbuatan yang bukan atas perintah kami maka itu tertolak”. (HR. Muslim)

Amalan orang-orang kafir dan orang-orang yang imannya salah menjadi sia-sia, sebagaimana firman Allah, berikut:

Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. (QS.An-Nuur / 24. : 39)

 ”Orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia). Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh.(QS. Ibrahim /14: 18)

3.    Peduli Kepada Orang Lain dengan Menyebarkan Ketaqwaan Kepada Orang Lain.

Islam itu  rahmatan lil alamin tidak egois dan induvidulistis. Taqwa itu harus berdampak kepada sekitarnya bukan hanya untuk diri sendiri. Karena Rasul SAW di utus oleh Allah  untuk kebaikan seluruh alam, sebagaimana firman-Nya, berikut:
”Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam ” (QS. Al-Anbiyaa / 21:107)

Maka manusia bila ingin tidak rugi , yang ke tiga dia harus peduli kepada orang lain dengan menjalankan amar maruf nahi munkar (ber tausyiah) tentang kebenaran dan kesabaran kepada orang lain.

Bertausyiah Kepada orang lain antara lain Kepada keluarga (anak/cucu dan istri) dan masyarakat (tetangga, kawan, kerabat, mitra kerja , atasan/bawahan).  Kepada keluarga , Allah memerintahkan orang yang beriman untuk menjaga diri dan keluarga dari api neraka, sebagaimana firman-Nya:
”Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; ......... (QS.At-Tahrim /66 : 6)

Allah SWT, juga memerintahkan kita agar menyeru kepada kebaikan dan mencegah dari yang munkarat, kepada orang lain sebagaiman firman-Nya :
”Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar[217]; merekalah orang-orang yang beruntung” (QS. Ali Imran / 3 : 104)

Kenapa tentang kebenaran dan kesabaran ? Karena orang-orang yang benar dan selalu dalam kesabaran inilah yang disukai Allah dan dapat membuat dunia ini indah  dan tercegah dari malapetaka. Mereka berjalan sesuai fitrah (sunatullah). Sementera Allah akan melindungi orang-orang yang benar dan sabar dari api neraka diakherat . Dan merekalah yang sesungguhnya orang yang menang atau tidak rugi.  Allah SWT berfirman :

”Adapun orang-orang yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi kayu api bagi neraka Jahannam.(QS. Al jin / 72: 15 )
Rasul bersabda :

”Hendaklah kamu selalu benar. Sesungguhnya kebenaran membawa kepada kebajikan dan kebajikan membawa ke surga. (HR. Bukhari)
Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.(QS. Az-Zumar / 39 : 10)
”Sesungguhnya Aku memberi balasan kepada mereka di hari ini, karena kesabaran mereka; sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang menang[1026]."(QS. Al- muminun/23 : 111)

Sabar adalah separo iman dan keyakinan adalah seluruh keimanan.” (HR. Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi)

”Tidak ada suatu rezeki yang Allah berikan kepada seorang hamba yang lebih luas baginya daripada sabar”. (HR. Al Hakim)

”Orang yang bahagia ialah yang dijauhkan dari fitnah-fitnah dan orang yang bila terkena ujian dan cobaan dia bersabar”. (HR. Ahmad dan Abu Dawud)
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ
وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
.

KHUTBAH  KEDUA

(QS. Al-Hajj / 22 : 1)
Qalallahu Ta’ala : Audzu billah.... Bismillahi .....
”Demi waktu.  Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,   kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran”.
(QS.Al-Ashr/103 : 1-3)
(QS. Al- Ahzaab / 33 : 56)
Allahumma sholli wa sallim wa baarik ’alaa Muhammadin  wa ’alaa  aalihii wa shohbihii ajma’iin.




PENYUSUN : IR. TEGUH SUPRIYADI

Kamis, 30 Desember 2010

MEMAKNAI SISA UMUR

MEMAKNAI SISA UMUR
KHUTBAH JUM’AT  Masjid As-Salam
31 Desember 2010 /   pon Muharam 1432 H
 

Bismilahirrahmanirrahim.

Assalamu'alaikum wr.wb.
Khutbah Pertama
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.
يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
 يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا. أَمَّابَعْدُ؛
فَإِنْ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَّرَ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, khatib mengingatkan utamanya kepada diri saya pribadi dan juga kepada jama’ah pada umumnya, untuk senantiasa meningkatkan taqwa kepada Allah, dengan sebenar-benarnya takwa yaitu ikhlas menjalankan apa yang telah diperintahkan-Nya dan meninggalkan apa yang telah dilarang. Kemudian marilah kita senantiasa mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT semata karena berkat Dia lah kita masih bisa menjalankan ibadah shalat jum’at  dalam keadaan sehat wal’afiat.
Selanjutnya khatib mengajak jamaah sekalian untuk senantiasa berdoa kepada Allah agar melimpahkan setinggi-tingginya penghargaan dan penghormatan, yang biasa kita kenal dengan istilah sholawat dan salam-sejahtera kepada pemimpin kita bersama, teladan kita bersama... imamul muttaqin pemimpin orang-orang bertaqwa dan qaa-idil mujahidin panglima para mujahid yang sebenar-benarnya yaitu kepada nabiyullah Muhammad Sallalahu ‘alaihi wa sallam beserta keluarganya, para shohabatnya dan para pengikutnya yang setia hingga akhir zaman. Dan kita berdo’a kepada Allah, semoga kita yang hadir di tempat yang baik ini dipandang Allah layak dihimpun bersama mereka dalam kafilah panjang yang penuh berkah.  Amien, amien ya rabbal ‘aalaamien.

Jamaah Jum'at yang dimuliakan Allah,
Kita tahu , Allah senantiasa mencurahkan nikmat-Nya kepada kita dengan bermacam-macam nikmat yang tidak dapat dihitung banyaknya. Allah telah melimpahkan kepada kita sedemikian banyak ni’mat. Jauh lebih banyak nikmat yang telah kita terima dibandingkan kesadaran dan kesanggupan kita untuk bersyukur. Sebagaimana telah Allah firmankan dalam QS Ibrahim,14: 34:
dan Surat An-Nahl,16:18 sbb;

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لا تُحْصُوهَا

"Dan jika kalian menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kalian tak dapat menentukan jumlahnya."

Sungguh benar firman Allah, andaikata kita hitung satu per satu, nikmatnya mata hingga kita bisa memandang indahnya dunia, nikmatnya telinga hingga kita bisa mendengarkan suara-suara yang indah, juga organ-organ tubuh kita: jantung, paru-paru, ginjal, otak, dll, itu adalah nikmat yang diberikan Allah kepada kita secara gratis tanpa membayarnya. Alloh menyediakan ruang udara  yg komplit dimana kita bisa bernafas dengan lega. Alloh menyediakan Binatang ternak dan tumbuh2an utk manusia. Alloh juga menyediakan air, api dan angin serta galian tambang utk kepentingan manusia, Alloh berfirman :


وَلَقَدْ مَكَّنَّاكُمْ فِي الأرْضِ وَجَعَلْنَا لَكُمْ فِيهَا مَعَايِشَ قَلِيلا مَا تَشْكُرُونَ
Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi itu (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur (QS.Al-A'raf,7:10)

Dan yang tidak kalah penting adalah nikmat Al
lah berupa umur dan rizki yang telah kita peroleh sampai saat ini. Adakah kita pernah mengira bahwa nikmat rizki dan umur bukan berasal dari Allah? Tidak, semua yang ada di alam raya ini adalah milik Allah, termasuk diri kita sendiri, adapun umur dan rizki yang kita peroleh hanyalah titipan Allah belaka yang nantinya harus kita pertanggungjawabkan kepada yang memilikinya, yaitu Allah SWT.
Lillahi maa fissamaawaati wa maa fil ardl, semua yang ada di langit dan di bumi adalah milik Allah.
Wa tarzuqu man tasyaa’u bighairi hisaab , Dan Engkau beri rizki  siapa yang Engkau kehendaki (QS. Ali Imran,3: 27)
Stuma latus alunna yauma idzin ’aninna’im , kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (di dunia)

Jamaah Jum'at rahimakumullah,
Apabila kita mencoba untuk menelaah lebih dalam nikmat yang besar itu pada dasarnya tergantung pada nikmat yang kecil, la insyakartum laa adziidanakum, barangsiapa yang mensyukuri nikmat yang ada, maka Allah akan menambah nikmat baginya. Oleh karena itu, janganlah merisaukan nikmat-nikmat lain yang belum kita miliki, jangan khawatir oleh aneka nikmat yang kita inginkan dan belum kita peroleh, tetapi risaukanlah nikmat yang ada dan belum sempat kita mensyukurinya. Boleh jadi kita sering panik ketika memikirkan sesuatu yang belum kita miliki. Padahal, kita seharusnya lebih memikirkan tentang bagaimana caranya kita mensyukuri apa yang telah kita nikmati. Sebab rasa syukur itulah yang akan mencukupkan dan akan mengundang nikmat-nikmat berikutnya.
Alangkah berat jika kita merasa memiliki sesuatu, namun kita takut kehilangan atau takut tersaingi. Salah satu yang bisa membuat kita tenteram dan menjadi ahli syukur adalah kita sadar bahwa semua nikmat yang ada ini hanya berasal dari Allah dan hanya milik Allah. Adapun kita, hanya sekedar tertitipi beberapa saat saja. (kita bisa belajar dari falsafah tukang parkir, yg tdk sombong dan tdk sakit hati)
Oleh karena itu, adanya nikmat jangan membuat kita menjadi sombong, karena itu hanya titipan saja. Sedikitnya nikmat juga tidak usah membuat kita minder, karena itu juga titipan. Melihat orang lain yang tertitipi banyak rizki, kita sama sekali tak perlu dengki. Sebab yang mereka miliki juga hanya titipan dari Allah. Maka sesuka Allah-lah membagikan nikmat kepada siapa pun yang dikehendaki-Nya. dan kalau diambil oleh Allah pun tak perlu sakit hati, karena memang semua nikmat itu hanyalah titipan dari-Nya.

Sidang Jum'at rahimakumullah,
Ada 5 cara mensyukuri nikmat yang perlu kita renungkan.
Pertama, yakinlah bahwa semua nikmat itu hanya milik Allah. Tiada pembagi nikmat selain Dia.
Allah-lah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezeki, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali).

Kedua, ucapkanlah alhamdulillahirabbil'alamin, segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Pujilah Allah dalam segala situasi karena apa yang kita nikmati sesungguhnya melampaui apa yang menyusahkan diri kita. Jika kita dipuji orang sebagai orang yang cerdas, maka sebenarnya otak dan pikiran kita adalah ciptaan Allah. Dan kalau pun dipuji karena harta, itu pun ternyata hanya titipan belaka. Ucapan alhamdulillah yang muncul dari pikiran yang sehat dan sempurna pasti akan menimbulkan rasa syukur atas segala nikmat yang diterimanya dan peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekitarnya. Ucapan subhanallah akan menimbulkan rasa takjub yang mengartikan kebesaran Allah serta kesucian-Nya dari segala sifat-sifat kekurangan.
Ketiga, berterima kasih kepada orang yang menjadi jalan nikmat. Harus disadari bahwa selain syukur kepada Allah, kita juga harus bersyukur kepada manusia sebab Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
“Orang yang tidak berterima kasih kepada manusia, berarti ia tidak bersyukur kepada Allah” (HR. Tirmidzi no.2081, ia berkata: “Hadits ini hasan shahih”)

Keempat, jadikanlah setiap kenikmatan itu menjadi jalan pendekat kepada Allah. Orang yang bersyukur karena memiliki keturunan, maka ia mempunyai kewajiban untuk mendidik anak keturunannya itu agar dekat dengan Allah, agar menjadi anak yang sholeh berbhakti kepada kedua orangtuanya. Orang yang bersyukur karena memiliki profesi sebagai guru atau pendidik, maka profesi itu harus dijalani dengan ikhlas tanpa mengharapkan sesuatu dari anak ddidik, justru sebaliknya harus membekali mereka dengan ilmu untuk masa depannya, itulah investasi kita di alam kubur sebagai amal jariyah. Orang yang bersyukur karena memiliki kekayaan, maka ia gunakan hartanya dijalan Alloh SWT. Walaupun seluruh kata-kata kita kerahkan untuk memuja dan memuji-Nya, pastilah tidak sebanding dengan keagungan, kebesaran, dan limpahan nikmat yang telah Allah limpahkan kpd kita.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ
وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
.

Khutbah kedua:
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ. أَمَّا بَعْدُ؛
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ
(QS.Al-Hajj/22:1)

Jamaah Jum'at yang dimuliakan Allah,

Bentuk rasa syukur kelima yg berhubungan dengan nikmat umur yang telah kita jalani , yaitu kita sering-seringlah mengevaluasi diri, menghisab diri sendiri sebelum kita dihisab di hari perhitungan nanti di akhirat.
Umar bin al-Khaththab ra. pernah berkata, “Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab oleh Allah SWT kelak. Bersiaplah menghadapi Hari Perhitungan yang amat dahsyat. Sesungguhnya hisab pada Hari Kiamat akan terasa ringan bagi orang yang selalu menghisab diri ketika di dunia.” (Lihat: Al-Mubarakfuri, Tuhfah al-Ahwadzi bi Syarh Jamî’ at-Tirmidzi).
Umur yang kita pakai sekarang ini akan kita pertanggungjawabkan kepada Allah untuk apa saja umur kita habiskan.

Kita bersyukur bahwa kita masih bisa diberi kesempatan untuk memasuki tahun baru Hijrah 1432 H dan besok , Insya Alloh kita akan memasuki tahun baru Masehi tahun 2011. yg pada hakekatnya sesungguhnya umur kita sudah berkurang satu tahun atau jarak ke hari kiamat semakin dekat satu tahun. Oleh karena itu mumpung kita masih hidup maka gunakanlah momen pergantian tahun ini untuk memperbaiki diri, untuk bertobat dan melakukan perubahan/hijrah dari hal-hal yg merugikan kepada hal2 yg menguntungkan, antara lain :
1.      Dari tidak tahu menjadi tahu, maka lebih giatlah menuntut ilmu.
2.      Dari tidak sadar menjadi sadar akan arti dan  tujuan hidup dari mana  mau kemana. Alloh berfirman : ”Wa maa khalaqtul jinna wal insa illaa liya’buduuni” Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. (QS.Adz-Dzaariyaat,51:56)
Dalam sebuah hadits qudsi, Allah berfirman:
Aku ciptakan kalian agar kalian berdzikir kepada-Ku sebanyak-banyaknya, beribadah kepada-Ku selama-lamanya, dan agar kalian bertasbih kepada-Ku setiap pagi dan petang hari."

3.      Dari perbuatan Fajir/fujuro/durhaka/syirik/munafik/kufur (masih suka maksiat) kepada taqwa sebenar2 taqwa (ikhlas, ridho dan Taslim)
4.      Dari ibadah yg sekenanya (hanya gugur kewajiban) ke pada ibadah yg lebih ikhlas, khusyuk , istiqomah , benar dan optimal.
Rasul Bersabda :
Ambillah kesempatan lima sebelum lima: mudamu sebelum tua, sehatmu sebelum sakit, kayamu sebelum melarat, hidupmu sebelum mati, dan waktu senggangmu sebelum sibuk. (HR. Al Hakim dan Al-Baihaqi)
Nabi Saw bersabda: "Ada dua nikmat yang mayoritas manusia terperdaya karenanya, yaitu kesehatan dan kesempatan" (HR. Bukhari).

Maka janganlah sia-siakan kesempatan dari sisa umur yg kita miliki untuk beribadah dan meningkatkan ketaatan kepada Alloh SWT.
Kalo orang lain menetapkan "waktu adalah uang" maka kita sebagai muslim harus menetapkan ” Waktu itu adalah Ibadah ” Ato ”Waktu itu adalah pahala”
 Rasul bersabda ;Kebahagiaan yang paling bahagia ialah panjang umur dalam ketaatan kepada Allah. (HR. Ad-Dailami dan Al Qodho'i)

Hadirin, jama’ah jum’at yang dirahmati Alloh,
marilah kita akhiri khutbah yang singkat ini dengan berdoa bersama-sama:
A’udzubillahiminasyaithonirrojim,
Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillahirobbil’alamin
allahummagh fir lil mu'miniina wal mu'minaat
wal muslimiina wal muslimaat
al-ahyaa-i minhum wal amwaat
innakas samii'un qariibun mujiibud da'wat
wa yaa qaadhiyal haajaat
Ya Allah tunjukilah kami semua kepada perbuatan yang baik
dan jauhkanlah diri kami dari perbuatan yang mungkar dan terlarang.

Ya Allah, wahai Yang Maha Mendengar,
Berkahilah sisa umur kami,
Jadikan umur yang tersisa ini membawa kemaslahatan bagi orang tua kami, bagi keluarga kami, dan bagi sebanyak-banyaknya umat Islam.

Ya Allah jadikanlah sebaik-baik perbuatan kami pada akhir hidup kami,

dan sebaik-baik kehidupan kami sebagai akhir hayat kami,
dan sebaik-baik hari kami, hari di mana kami akan bertemu dengan Mu.

Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari adzab Jahannam, dari adzab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari buruknya fitnah al-Masih ad-Dajjaal
Rabbana atina fiddunya hasanah, wafilakhirati hasanah, waqina ‘adza bannar,
Subhanarobbika robbil ‘izzati ‘amma yasifun, wassalamun’alal mursalin,
Walhamdulillahirobbil’alamin.  Wa Aqimishsholaah..!

Jumat, 17 Desember 2010

PERBUATAN SYIRIK MENGHINAKAN MANUSIA

KHUTBAH JUM’AT  Masjid As-Salam
06 Nopember 2009 / 25 pon 18 Zulqo’dah 1430 H
 

Bismilahirrahmanirrahim.

Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Khutbah Pertama
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.
يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
 يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا. أَمَّابَعْدُ؛
فَإِنْ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَّرَ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.

Hadirin jamaah Jum’at yang berbahagia!

Segala puji bagi Allah, Rabb dan sesembahan sekalian alam, yang telah mencurahkan kenikmatan-kenikmatanNya, rizki dan karuniaNya yang tak terhingga dan tak pernah putus sepanjang zaman kepada makhluknya, baik yang berupa kesehatan maupun kesempatan sehingga pada kali ini kita dapat berkumpul di tempat yang mulia dalam rangka menunaikan kewajiban shalat Jum’at.

Semoga shalawat dan salam tercurahkan kepada pemimpin dan uswah kita Nabi Muhammad SAW.

Pada kesempatan kali ini tak lupa saya wasiatkan kepada diri saya pribadi dan kepada jama’ah semuanya, agar kita selalu meningkatkan kwalitas iman dan amal kita sehingga kita menjadi semakin taqwa, karena taqwa adalah sebaik-baik bekal untuk menuju kehidupan selanjutnya sampai di akhirat kelak.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah ...
Islam adalah agama yang datang untuk menegakkan tauhid, yaitu meng-Esa-kan Allah. Sebagaimana kita telah bersaksi dalam setiap harinya paling tidak dalam shalat kita. (أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا  رَسُوْلُ اللهِ), yang bermakna tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad utusan Allah. Yang mana pada kalimat (لاَ إِلَهَ) terdapat makna penafikan (peniadaan) sesembahan selain Allah dan (إِلاَّ اللهُ) menetapkan sesembahan  yang haq adalah hanya untuk Allah semata. Tetapi begitu banyak umat Islam yang tidak konsisten kepada tauhidNya , mereka tidak lagi menyembah kepada Allah semata. Bahkan banyak di antara mereka yang sering berbuat syirik, menyembah/mengabdi kepada selain Allah baik langsung maupun tak langsung, baik disengaja maupun tidak. Banyak di antara mereka dalam keadaan normal , yang sering pergi ke dukun-dukun, paranormal, tukang santet, tukang ramal, dalam rangka untuk mencapai / memenuhi hajatnya secara instan/cepat saji. Apakah untuk mencari rezeki ,  mencari penglaris, meminta jodoh , mengejar jabatan , pemikat kecantikan, kewibawaan , untuk mendapatkan keturunan ataupun agar menang dalam pertarungan politik dan kekuasaan baik dilegislatif amupun di eksekutif. Dan yang sekarang sedang terjadi banyak orang kedukun agar bias diterima sebagai PNS. Apalagi dalam keadaan tidak normal alias bila sedang dirundung susah / tdk beruntung mereka mulai ragu akan kebesaran Allah, dan mereka merasa lebih enjoy untuk menggantungkan nasibnya kepada paranormal, kepada orang pintar, atau dukun-dukun yang dianggap mempunyai kekuatan yang setara dengan kekuatan Allah SWT.             Orang-orang yang tidak yaqin  sepenuhnya kepada Allah dan masih memerlukan Tuhan lain adalah orang yang paling rugi dunia akhirat, sebagaimana disitir dalam Alqur’an Surat Al-Hajj berikut:
“Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi; maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.”(QS.Al-Hajj/22: 11)
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah ...
Di jaman teknologi informasi yang berkembang pesat seperti sekarang ini , maka peluang manusia untuk berbuat musyrik semakin lebar.  Jadi jangan heran kalau dulu orang mau kedukun harus keluar rumah tapi kini para dukun-dukun peramal hadir disetiap kamar/rumah kaum muslimin melalui layar kaca/TV dan hanya dengan modal HP kemudian mengirim SMS REG , para dukun modern siap membawa kaum muslimin ke lubang kemusyrikan. Sehingga  bila kaum muslimin yang sedang ada masalah gampang sekali akan ikut terpancing/tertarik untuk terlibat dalam program dukun modern.

Rasul SAW bersabada:

“Barangsiapa mendatangi dukun, lalu bertanya tentang sesuatu, mka Sholatnya tidak diterima selam 40 hari (HR. MUSLIM)

“Barang siapa yang mendatangi dukun atau peramal , lalu membenarkan apa yang mereka katakan , maka ia telah ingkar /kufur terhadap apa yang dibawa Nabi Muhammad SAW.”(HR. Ahmad)

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah. 
Allah menurunkan agama tauhid ini untuk mengangkat derajat dan martabat manusia ke tempat yang sangat tinggi dan mulia. Di akhirat kita yang bertaqwa /beriman dan beramal soleh akan dimasukkan ke dalam Surga yang penuh kenikmatan, sebagaimana firman Allah SWT:
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; itulah keberuntungan yang besar”.(QS.Al-Buruuj/85:11)
dan di dunia kita dijadikan Khalifah  menjadi mahluk yang paling baik dan akan diberikan kekuasaan serta rasa aman sentosa sebagaimna firman Allah SWT. :
"Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi".(QS.Albaqarah/2:30)
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh mereka itu adalah sebaik-baik makhluk”(QS. Al-Bayyinah/98:7).
  “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan mengukuhkan bagi mereka agama yang telah diridhaiNya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar(keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahKu dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (An-Nur: 55).
Bumi dan langit diciptakan untuk manusia.  Allah SWT  berfirman :
“Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya.” QS.Al-Jatsiyah/45:13)
“Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.”(QS.Al-Baqarah/2:22)
Allah tahu persis kelemahan hamba-Nya. Dan hanya Agama Islam yang consisten pada tauhid inilah yang dapat menyelamatkan manusia dari lembah kenistaan.   Karena bila manusia melakukan perbuatan syirik itu sama artinya bahwa dirinya yang semula diciptakan Allah dalam keadaan suci mulia dan terhormat, dia hinakan  sendiri ketempat yang paling rendah.
Sebagaimana firman Allah:
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka)”(QS. At-Tiin/95:5)
          “Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah maka ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung atau diterbangkan angin ketempat yang jauh”. (Al-Hajj: 31)

Sampai-sampai Allah menyebut orang yg berbuat musyrik sebagai mahluk yg paling buruk, sebagaimana firman Allah SWT:
“Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.”(QS.Al-Bayyinah 98:6)
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah ...
          Hanya Orang bodohlah yang mau percaya kepada orang-orang musyrik dan mau menyembah kepada berhala-berhala yg untuk menolong dirinya saja tidak bisa.   Yang jelas Syirik merupakan penyebab turunnya derajat dan martabat manusia ke tempat paling hina dan paling rendah. Karena itu Wahai hamba Allah yang berakal dan yang beriman ... Marilah kita bertaubat atas segala perbuatan syirik yang telah kita perbuat dan marilah kita peringatkan dan kita jauhkan masyarakat di sekitar kita, anggota keluarga kita, sanak famili kita, dari  perbuatan syirik, Agar kehinaan dan kerendahan yang menimpa ummat Islam segera berakhir, dan diganti menjadi kemuliaan.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah kedua:
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ. أَمَّا بَعْدُ؛
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ
(QS.Al-Hajj/22:1)
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah ...
          Kembali pada khutbah yang kedua ini, saya mengajak diri saya dan jama’ah untuk senantiasa meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah dengan sesungguhnya. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, kepada para sahabatnya, keluarganya dan pengikutnya hingga akhir zaman.
          Dari pembahasan pada khutbah yang pertama tadi, telah jelas bagi kita bahwa kita manusia diciptakan Allah dengan derajat yang paling tinggi diantara mahluk Allah Lainnya . Hanya dengan iman Islam lah kita bisa menjaga harga diri manusia di alam semesta ini. Apapun yang terjadi pada nasib kita sekarang , tidak ada alasan bagi kita untuk berbuat syirik atau menjauhkan diri dari Allah SWT. Kita harus tetap dekat dan bergantung kepada Allah SWT kalau kita ingin terhindar dari kehinaan yang berkepanjangan.

Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah tempat bergantung. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia".(QS.Al-Ikhlas/112:1-4)
“Dan kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan (Nya),”QS. Fushshilat/ 41:6)
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ. اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. وَأَقِمِ الصَّلاَةَ
(Creasi: Ir. H. Teguh Supriyadi)