SELAMAT DATANG DI BLOG KHUTBAH JUM'AT

Kamis, 06 Januari 2011

MENJADI MANUSIA YANG TIDAK RUGI

MENJADI MANUSIA YANG TIDAK RUGI

KHUTBAH JUM’AT  Masjid As-Salam
10 APRIL 2009/14 pon Jumadil Ula 1430 H
 

Bismilahirrahmanirrahim.


Qalallahu ta’ala, Audzu billah......, 
مَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الآخِرَةِ نَزِدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ وَمَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَا لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنْ نَصِيبٍ

”Barangsiapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barangsiapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat”
(QS. 42 /As-Syuura: 20).

Hadirin , Sidang Jum’at Yang dimuliakan Allah SWT !
Segala puja dan puji kita panjatkan kepada Allah SWT, yang  sampai saat ini  telah mermberikan kesempatan hidup kepada kita, maka bertaqwalah kepada-Nya  dengan sebenar-benar tqwa.

Hadirin , Sidang Jum’at  rahimahkumullah !!
Kita sebagai mahluk ciptaan Allah yang bernama manusia sekarang kita berada hidup di dunia. Apakah selamanya kita akan ada disini? di dunia ini ?, jawabnya tidak dan mustahil adanya. Kita tahu sudah banyak silih berganti manusia lahir dan datang ke dunia untuk kemudian mati, meninggalkan dunia ini. Semua manusia akan mengalaminya. Yang datang di dunia ini suatu saat akan dipanggil oleh  Allah SWT, sebagaimana Firman Allah SWT  berikut:
يَا أَيُّهَا الإنْسَانُ إِنَّكَ كَادِحٌ إِلَى رَبِّكَ كَدْحًا فَمُلاقِيهِ
Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya. (QS. Insyiqaaq/84 : 6)
إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُمْ مَيِّتُونَ
“Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula)”.(QS. Az-Zumar / 39 : 30)
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ
”Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati”.(QS. Al-Anbiyaa’ /21:35)
Seiring dengan bergeraknya waktu , segala sesuatu  yang ada didunia, satu persatu akan berubah dan pada akhirnya akan rusak/musnah/hancur/mati. Dan bila waktu sudah bergerak tak ada seorang mahlukpun yang ada dimuka dunia ini, yang dapat memutar balik waktu walaupun satu detik. Satu persatu apa yang kita miliki akan hilang dan lenyap. Tubuh kita akan berubah ; dari muda menjadi tua dan akhirnya renta, rambut kita akan berubah; dari hitam legam menjadi putih dan renta, kulit kita akan berubah; yang tadinya kencang menjadi keriput, tulang kita akan berubah; yang tadinya kokoh dan kuat menjadi rapuh dan keropos.  kekuatan pikiran kita akan berubah lama –lama menjadi lupa dan pikun, yang pada akhirnya semua akan musnah atau mati. Maka kita sebagai manusia yang terikat dengan waktu harus cerdas mensikapi kondisi seperti. Kalau kita tidak ingin menjadi manusia yang rugi, kita harus pandai memanfaatkan waktu yang ada, kita harus pandai memanfaatkan hidup di dunia ini yang Cuma sebentar. Mumpung waktu masih tersisa , kesempatan masih terbuka. Kita tidak boleh mensia-siakannya. Kita tidak boleh mati sia-sia tanpa membawa keuntungan.

Ma’asyiral- Muslimin rahimakumullah, !
Dengan penuh tanggung jawab atas ciptaan-Nya , Allah SWT sang pemilik waktu dan pemilik jiwa kita, memberikan petunjuk kepada kita agar kita menjadi manusia yang tidak merugi alias menjadi manusia yang beruntung dunia dan akherat.  Sebagai mahluk sudah sepantasnya manusia mengikuti petunjuk sang penciptanya. Karena Dialah yang lebih mengetahui segala-galanya.

Di dalam Aklqur’an diberitakan paling tidak  ada 3 hal yang harus kita lakukan agar kita menjadi manusia yang beruntung yaitu:

1.     Manusia wajib beriman yang benar

Dari hadist Riwayat Muslim , kita ketahui bahwa Iman yang benar adalah  percaya Kepada Allah SWT, Malaikat , Kitab Allah , Nabi dan Rasul, Hari kiamat dan Taqdir serta Qadar.
Kalau kita tidak mempunyai keyakinan / kepercayaan tersebut diatas maka kita tidak akan tahu harus berbuat yang terbaik, hidup adalah perbuatan, perbuatan itu bisa baik bisa buruk, tanpa keimanan maka kita tidak bisa berbuat yang terbaik. Hidup adalah pilihan , pilihan itu bisa benar dan bisa salah, tanpa keimanan kita tidak akan bisa memilih yang benar. Jadi dengan iman hidup kita akan terarah. Terarah kepada yang benar. 
 فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَإِنْ تُؤْمِنُوا وَتَتَّقُوا فَلَكُمْ أَجْرٌ عَظِيمٌ
Karena itu berimanlah kepada Allah dan rasul-rasulNya; dan jika kamu beriman dan bertakwa, maka bagimu pahala yang besar.(QS. Ali Imran /3 : 179)

Sementara manusia yang tak beriman atau kafir  atau imannya salah , hidupnya akan sia-sia .
قُلْ يَوْمَ الْفَتْحِ لا يَنْفَعُ الَّذِينَ كَفَرُوا إِيمَانُهُمْ وَلا هُمْ يُنْظَرُونَ
” Katakanlah: "Pada hari kemenangan[1196] itu tidak berguna bagi orang-orang kafir, iman mereka dan tidak pula mereka diberi tangguh."(QS. As-Sajdah 32 : 29)
الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ الأمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ
”Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.(QS. Al- An’aam /6 : 82)

Oleh karena itu, mumpung masih ada waktu, Carilah iman yang benar, perbaiki , pertajam dan perdalam terus.

2.     Manusia wajib membuktikan keimanannya dengan amal soleh yang benar.
Langkah ke dua adalah mengisi iman tersebut dengan Amal soleh. Iman saja belum cukup. (amal soleh adalah mempraktekkan apa yang kita yakini/imani)==è orang yang bertaqwa pada hakekatnya adalah orang yang beriman dan ber amal sholeh. Diantara amal sholeh adalah Ibadah Mahdhah dan Ibadah umum.  Amal-amal soleh inilah yang akan menjadi bekal kita  dan akan menemani kelak di alam kubur.
”Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik[839] dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan ”.(QS. An-Nahl / 16 : 97)
Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya(QS. Al-Baqarah / 2 : 82)

Rasul bersabda :

”Allah tidak menerima iman tanpa amal perbuatan dan tidak pula menerima amal perbuatan tanpa iman. (HR. Ath-Thabrani)

”Seorang yang kurang amalan-amalannya maka Allah akan menimpanya dengan kegelisahan dan kesedihan”. (HR. Ahmad)

”Seorang sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, yang bagaimanakah orang yang baik itu?" Nabi Saw menjawab, "Yang panjang usianya dan baik  amal perbuatannya." Dia bertanya lagi, "Dan yang bagaimana orang yang paling buruk (jahat)?" Nabi Saw menjawab, "Adalah orang yang panjang usianya dan jelek amal perbuatannya." (HR. Ath-Thabrani dan Abu Na'im)

Amal soleh yang diterima adalah amal yang didasari oleh iman yang benar. Oleh karena itu setiap amal soleh sebaiknya menggunakan tuntunan dari  Allah dan Rasul.   
Allah berfirman:
”...dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."(QS.Al-Hujurat/49  :14)

”Barangsiapa melakukan amal perbuatan yang bukan atas perintah kami maka itu tertolak”. (HR. Muslim)

Amalan orang-orang kafir dan orang-orang yang imannya salah menjadi sia-sia, sebagaimana firman Allah, berikut:

Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. (QS.An-Nuur / 24. : 39)

 ”Orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia). Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh.(QS. Ibrahim /14: 18)

3.    Peduli Kepada Orang Lain dengan Menyebarkan Ketaqwaan Kepada Orang Lain.

Islam itu  rahmatan lil alamin tidak egois dan induvidulistis. Taqwa itu harus berdampak kepada sekitarnya bukan hanya untuk diri sendiri. Karena Rasul SAW di utus oleh Allah  untuk kebaikan seluruh alam, sebagaimana firman-Nya, berikut:
”Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam ” (QS. Al-Anbiyaa / 21:107)

Maka manusia bila ingin tidak rugi , yang ke tiga dia harus peduli kepada orang lain dengan menjalankan amar maruf nahi munkar (ber tausyiah) tentang kebenaran dan kesabaran kepada orang lain.

Bertausyiah Kepada orang lain antara lain Kepada keluarga (anak/cucu dan istri) dan masyarakat (tetangga, kawan, kerabat, mitra kerja , atasan/bawahan).  Kepada keluarga , Allah memerintahkan orang yang beriman untuk menjaga diri dan keluarga dari api neraka, sebagaimana firman-Nya:
”Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; ......... (QS.At-Tahrim /66 : 6)

Allah SWT, juga memerintahkan kita agar menyeru kepada kebaikan dan mencegah dari yang munkarat, kepada orang lain sebagaiman firman-Nya :
”Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar[217]; merekalah orang-orang yang beruntung” (QS. Ali Imran / 3 : 104)

Kenapa tentang kebenaran dan kesabaran ? Karena orang-orang yang benar dan selalu dalam kesabaran inilah yang disukai Allah dan dapat membuat dunia ini indah  dan tercegah dari malapetaka. Mereka berjalan sesuai fitrah (sunatullah). Sementera Allah akan melindungi orang-orang yang benar dan sabar dari api neraka diakherat . Dan merekalah yang sesungguhnya orang yang menang atau tidak rugi.  Allah SWT berfirman :

”Adapun orang-orang yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi kayu api bagi neraka Jahannam.(QS. Al jin / 72: 15 )
Rasul bersabda :

”Hendaklah kamu selalu benar. Sesungguhnya kebenaran membawa kepada kebajikan dan kebajikan membawa ke surga. (HR. Bukhari)
Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.(QS. Az-Zumar / 39 : 10)
”Sesungguhnya Aku memberi balasan kepada mereka di hari ini, karena kesabaran mereka; sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang menang[1026]."(QS. Al- muminun/23 : 111)

Sabar adalah separo iman dan keyakinan adalah seluruh keimanan.” (HR. Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi)

”Tidak ada suatu rezeki yang Allah berikan kepada seorang hamba yang lebih luas baginya daripada sabar”. (HR. Al Hakim)

”Orang yang bahagia ialah yang dijauhkan dari fitnah-fitnah dan orang yang bila terkena ujian dan cobaan dia bersabar”. (HR. Ahmad dan Abu Dawud)
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ
وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
.

KHUTBAH  KEDUA

(QS. Al-Hajj / 22 : 1)
Qalallahu Ta’ala : Audzu billah.... Bismillahi .....
”Demi waktu.  Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,   kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran”.
(QS.Al-Ashr/103 : 1-3)
(QS. Al- Ahzaab / 33 : 56)
Allahumma sholli wa sallim wa baarik ’alaa Muhammadin  wa ’alaa  aalihii wa shohbihii ajma’iin.




PENYUSUN : IR. TEGUH SUPRIYADI

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar